A. Pengertian Kepribadian
1. Tinjauan secara Etimologis

Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan
personality.
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan personare, yang artinya menembus
. Istilah topeng berkenaan dengan salah satu atribut yang dipakai oleh para pemainsandiwara pada jaman Yunani kuno. Dengan topeng yang dikenakan dandiperkuat dengan gerak-gerik dan apa yang diucapkan, karakter dari tokohyang diperankan tersebut dapat menembus keluar, dalam arti dapat dipahami oleh para penonton.Dari sejarah pengertian kata personality tersebut, kata persona yang semua berarti topeng, kemudian diartikan sebagai pemaiannya sendiri,yang memainkan peranan seperti digambarkan dalam topeng tersebut.Dan sekarang ini istilah personality oleh para ahli dipakai untuk menunjukkan suatu atribut tentang individu, atau untuk menggambar kenapa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku manusia.
2. Definisi-definisi Kepribadian
Banyak ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian berdasarkanparadigma yang merekla yakini dan focus analisis dari teori yang merekakembangkan. Dengan demikian akan dijumpai banyak variasi definisisebanyak ahli yang merumuskannya. Berikut ini dikemukakan beberapaahli yang definisinya dapat dipakai acuan dalam mempelajari kepribadian.a.
GORDON W. W ALLPORT
Pada mulanya Allport mendefinisikan kepribadian sebagai
“What a man really is.”
Tetapi definisi tersebut oleh Allport dipandang tidakmemadai lalu dia merevisi definisi tersebut (Soemadi Suryabrata, 2005:240) Definisi yang kemudian dirumuskan oleh Allport adalah:
“Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustments to his environment”
(Singgih Dirgagunarso, 1998 : 11).
 Psikologi Kepribadian
Pendapat Allport di atas bila diterjemahkan menjadi : Kepribadianadalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisisyang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diriterhadap lingkungan.b.
KRECH
dan
CRUTCHFIELD
David Krech DAN Richard S. Crutchfield (1969) dalam bukunyayang berjudul
Elelemnts of Psychology
merumuskan definsikepribadian sebagai berikut :
“Personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique organization that determines, and is modified by, his attemps at adaption to his continually changing environment.”
(Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu kedalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan yangdimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadaplingkungan yang berubah terus-menerus)b.
ADOLF HEUKEN, S.J. dkk
.Adolf Heuken S.J. dkk. dalam bukunya yang berjudul TantanganMembina Kepribadian (1989 : 10), menyatakan sebagai berikut.
“Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan,perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani,mental, rohani, emosional maupun yang sosial. Semuanya ini telah ditatanya dalam caranya yang khas di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dalam tingkah lakunya,dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya”.
Berdasarkan definisi dari Allport, Kretch dan Crutchfield, serta Heukendapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai berikut.
Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri dariaspek psikis, seperti : inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita, dst.serta aspek fisik, seperti : bentuk tubuh, kesehatan jasmani, dst.
Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi denganlingkungannya yang mengalami perubahan secara terus-menerus,dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik.
Psikologi Kepribadian
Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan,tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifattetap.
Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingindicapai oleh individu
.
B. Konsep-konsep yang berhubungan dengan Kepribadian
Ada beberapa konsep yang berhubungan erat dengan kepribadianbahkan kadang-kadang disamakan dengan kepribadian. Konsep-konsepyang berhubungan dengan kepribadian adalah (Alwisol, 2005 : 8-9) :
1. Character(karakter),
yaitu penggambaran tingkah laku denganmenonjolkan nilai (banar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisitmaupun implisit.
2. Temperament(temperamen),
yaitu kepribadian yang berkaitan eratdengan determinan biologis atau fisiologis.
3. Traits(sifat-sifat),
yaitu respon yang senada atau sama terhadapsekolopok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu(relatif) lama.
4. Type attribute(ciri),
mirip dengan sifat, namun dalam kelompokstimuli yang lebih terbatas.
5. Habit(kebiasaan),
merupakan respon yang sama dan cenderungberulang untuk stimulus yang sama pula.Konsep-konsep di atas sebenarnya merupakan aspek-aspek ataukomponen-komponen kepribadian karena pembicaraan mengenaikepribadian senantiasa mencakup apa saja yang ada di dalamnya, sepertikarakter, sifat-sifat, dst. Interaksi antara berbagai aspek tersebut kemudianterwujud sebagai kepribadian.
C. Usaha-usaha Mempelajari Kepribadian
Usaha-usaha untuk mengerti perilaku atau menyingkap kepribadianmanu-sia sudah lama dilakukan dimulai dengan cara yang palingsederhana, yang tergolong pendekatan nonilmiah, sampai dengan cara-caramodern atau pendekatan ilmiah.Dari cara-cara yang sangat sederhana lahirlah pengetahuan-pengetahuan yang bersifat spekulatif, dalam arti kebenarannya tidak bisadipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ada beberapa pengetahuan yangmenjelaskan kepribadian secara spekulatif. Pengetahuan seperti ini disebut

 juga ilmu semu (pseudo science). Yang termasuk ilmu-ilmu semu antara lainsebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 2005: 7-8).

1. Chirologi,

yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajarikepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan.

2. Astrologi
, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskankepribadian atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apayang sedang sedang terjadi di alam, termasuk waktu kelahiranseseorang.
3. Grafologi
, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskankepri-badian atas dasar tulisan tangan.
4. Phisiognomi
, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskankepriba-dian atas dasar keadaan wajah.
5. Phrenologi
, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskankepri-badian berdasarkan keadaan tengkorak.
6. Onychology
, pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadianatas dasar keadaan kuku.Cara mempelajari kepribadian yang dipandang lebih maju (SumadiSuryabrata, 2005 : 11) menghasilkan bermacam-macam tipologi.Sedangkan usaha mempelajari kepribadian dengan pendekatan ilmiahmenghasilkan bermacam-macam teori kepribadian.
TIPOLOGI
A. Pengertian Tipologi
Telah dipaparkan pada bab II bahwa usaha-usaha untuk memahami danmnyingkap perilaku dan kepribadian manusia antara lain menghasilkanpengetahuan yang disebut tipologi. Tipologi adalah pengetahuan yangberusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasarfaktor-faktor tertentu, misalnya karakteristik fisik, psikis, pengaruh dominantnilai-nilai budaya, dst.
B. Macam-macam tipologi.
1. Tipologi Konstitusi
Tipologi konstitusi merupakan tipologi yang dikembangkan atas dasaraspek jasmaniah. Dasar pemikiran yang dipakai para tokoh tipologikonstitusi adalah bahwa keadaan tubuh, baik yang tampak berupa bentukpenampilan fisik maupun yang tidak tampak, misalnya susunan saraf, otak,kelenjar-kelenjar, darah, dts., menentuan ciri pribadi seseorang.Ada beberapa ahli yang telah mengembangkan tipologi konstitusi,diantaranya : Hippocrates dan Gelenus, De Giovani, Viola, Sigaud,Sheldon, dst. Uraian berikut hanya menyajikan beberapa tipologikonstitusi.a.
Tipologi Hippocates Gallenus
Tipologi ini dikembangkan Gallenus berdasarkan pemikiranHippocates. Hippocrates (460-370 Sm) terpengaruh oleh pandanganEmpedocles, bahwa alam semesta beserta isinya ini tersusun dari 4unsur dasar yaitu :
tanah(kering), air(basah), udara(dingin), dan api (panas).
Berdasarkan pandangan Empedocles tersebut, selanjutnyaHippocrates menyatakan bahwa bahwa di dalam tubuh setiap orangterdapat 4 macam cairan yang memiliki sifat seperti keempat unsuralam. yaitu :
a. sifat kering dimiliki oleh chole
atau empedu kuning,
b. sifat basah dimiliki oleh melanchole
atau empedu hitam,
c. sifat dingin terdapat pada phlegma

atau lendir,
d. dan sifat panas dimiliki oleh sanguis
atau darah.
Menurut Hippocrates, keempat jenis cairan ini ada dalam tubuh dengan proporsi yang tidak selalu sama antara individu satu dengan lainnya.
Dominasi salah satu cairan tersebut yang menyebabkantimbulnya ciri-ciri khas pada setiap orang.Galenus ( 129- 199 sM ) sependapat dengan Hippocrates, bahwa didalam tubuh setiap orang terdapat 4 macam cairan tersebut.Selanjutnya Galenus menyatakan bahwa cairan-carairan tersebut berada dalam tubuh manusia dalam proporsi tertentu. Dominasi salah satu cairan terhadap cairan yang lain mengakibatkan sifat-sifat kejiwaan yang khas. Sifat-sifat kejiwaan yang khas ada pada seseorang sebagai akibat dominannya salah satu cairan tubuh tersebut oleh Galenus disebutnya temperamen (Sumadi Suryabrata (2005 : 12).Pandangan Hippocrates yang kemudian dilengkapi oleh Galenus selanjutnya disebut tipologi Hippocrates Galenus dapat disajikan secara ringkas pada tabel berikut (Sumadi Suryabrata, 2005: 13).
TIPOLOGI HIPPOCRATES GALENUS
CAIRAN TUBUHYANGDOMINAN
PRINSIP T I P E SIFAT-SIFAT KHAS
Chole Tegangan Choleris
•Penuh semangat
•Optimistis
•Emosional
•Keras hati
Melanchole Penegaran(rigidity) Melancholis
•Pemuram
•Daya juang lemah
•Mudah kecewa
•pesimistis
Phlegma Plastisitas Phlegmatis
•Berpenampilan tenang
•Berpendirian kuat
•Setia
•Tidak emosional
Sanguis Ekspansivitas Sanguinis
•Bersemangat
•Ramah
•Mudah berubah pendirian
B. Tipologi Viola
Viola, seorang ahli dari Italia, mengemukakan tipologi yangdidasarkan pada bentuk tubuh sebagaimana telah dilakuakn penelitianoleh De Giovani. Atas dasar aspek tersebut Viola mengemukakan tigagolongan atau tipe bentuk tubuh manusia (Sumadi Suryabrata,200518), yaitu :
1) Tipe Microsplanchnis 
, yaitu bentuk tubuh yang ukuranmenegaknya lebih dari pada perbandingan biasa, sehingga yangbersangkutan kelihatan jangkung.
2) Tipe Macrosplanchnis
,yaitu bentuk tubuh yang ukuranmendatarnya lebih dari pada perbandingan biasa, sehingga yangbersangkutan kelihatan pendek.
3) Tipe Normosplanchnis
, yaitu bentuk tubuh yang ukuranmenegak dan mendatarnya selaras, sehingga tubuh kelihatanselaras pula.
C. Tipologi Sigaud
Sigaud, seorang ahli psikologi dari Perancis, menyusun tipologimanusia berdasarkan 4 macam fungsi tubuh, yaitu : motorik,pernafasan, penecernaan, dan susunan saraf sentral. Dominasi salahsatu fungsi tubuhtersebut menentukan tipe kepribadian. Atas dasarpandangan di ataskemudian Sigaud menggolongkan manusia menjadi4 tipe, yaitu :
1) Tipe muskuler
Tipe ini dimiliki oleh orang fungsi motoriknya paling menonjol dibanding fungsi tubuh yang lain, dengan cirri khas : tubuh kokoh, otott-otot berkembangan dengan baik, dan organ-oragan tubuh berkembang secara selaras.

2) Tipe respiratoris
Tipe ini ada pada orang yang memiliki fungsi pernafasan yang kuat dengan cirri-ciri : muka lebar serta thorax dan leher besar.
3) Tipe digestif 
Tipe digestif terdapat pada orang yang memiliki fungsi pencernaan yang kuat dengan cirri-ciri : mata kecil, thorax pendek dan besar, rahang serta pinggang besar.
4) Tipe cerebral
Tipe keempat dari tipologi Sigaud ada pada orang yang memilikisusunan saraf sentral yang kuat disbanding fungsi tubuh lainnyadengan cirri-ciri : dahi menonjol ke depan dengan rambutditengah, mata bersinar, daun telinga lebar, serta kaki dantangan kecil.
c. Tipologi Sheldon
Sheldon berpendapat bahwa ada tiga komponen jasmaniah yangmempengaruhi bentuk tubuh manusia, yaitu : endomorphy,mesimorphy, dan ectomorphy. Istilah-istilah tersebut oleh Sheldondikembangkan dari istilah yang berhubungan dengan terbentuknyafoetus manusia, lapisan endoderm, mesoderm, dan ectoderm. MenurutSheldon dominasi dari dari salah satu lapisan tersebut akanmenyebabkan kekhasan terhadap bentuk tubuh. Dengan demikianmaka ada 3 tipe manusia berdasarkan bentuk tubuhnya, yaitu :
1) Tipe endomorph,
Tipe endomorph merupakan tipe yang disebabkan olehdominannya komponen endomorphy terhadap dua komponenlainnya, ditandai oleh : alat-alat dalam dan seluruh sistem digestif memegang peran penting. Bentuk tubuh tipe ini kelihatan lembut,gemuk, berat badan relatif rendah.
2) Tipe mesomorph 
Tipe mesomorph terbentuk oleh karena komponen mesomorphy yang lebih dominan dari koponen lainnya, maka bagian-bagian tubuh yang berasal dari mesoderm relatif berkembang lebih baik,yang ditandai dengan otot-otot, pembuluh darah, dan jantung dominan. Bentuk tubuh tipe mesomorph kelihatan kokok dankeras.
3) Tipe ectomorph
Pada tipe ini organ-organ yang berasal dari ectoderm (kulit dansistem syaraf) yang terutama berkembang. Bntuk tubuh tipeectomorph terlihat jangkung, dada kecil dan pipih, lemah, danotot-otot tidak berkembang.
2. Tipologi Temperamen
Tipologi temperamen merupakan tipologi yang disusun berdasarkankarakteristik segi kejiwaan. Dasar pemikiran yang dipakai para tokoh yangmengembangkan tipologi temperamen adalah bahwa berbagai aspekkejiwaan seseorang seperti : emosi, daya pikir, kemauan, dst. Menentukankarakteristik yang bersangkutan. Yang tergolong tipologi jenis ini antaralain : tipologi Plato, tipologi Immanual Kant, tipologi Bhsen, TipologiHeymans, dst.a.
Tipologi Plato
 Menurut Plato kemampuan jiwa manusia terdiri dari 3 macam,yaitu pikiran, kemauan,dan hasrat. Dominasi salah satu kemampuaninilah yang menyebabkan kekhasan pada diri manusia. Atas dasarhal ini Plato menggolongan manusia ke dalam 3 tipe yaitu sebagaiberikut.
1) Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh pikirannya
, yangsesuai untuk menjadi pemimpin dalam pemerintahan.
2) Tipe manusia yang terutama
dikuasai oleh kemauannya
,sesuai untuk menjadi tentara.
3) Tipe manusia yang
dikuasai oleh hasratnya
, cocok menjadi pekerja tangan.
b. Tipologi Heymans
 Heymans menyatakan bahwa manusia memiliki tipe kepribadianyang bermacam-macam, namun dapat digolongkam menjadidelapan tipe atas dasar kualitas kejiwaannya, yaitu :
(1) emosionalitas
, mudah tidaknya perasaan terpengaruh oleh kesan-kesan;
(2) proses pengiring
, yaitu kuat lemahnya kesan-kesan adadalam kesadaran setelah faktor yang menimbulkan kesan-kesan tersebut tidak ada; dan
(3) aktivitas
, adalah banyak sedikitnya peristiwa-peristiwa kejiwaan menjelma menjadi tindakan nyata.
 Masing-masing kualitas kejiwaan tersebut secara teoritis dibedakan menjadi dua macam, kuat dan lemah. Atas dasar hal ini menggolongan tipe manusia menjadi delapan sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini (Sumadi Suryabrata, 2005: 86).
IKHTISAR TIPOLOGI HEYMANSNO
.
EMOSIONALITAS   PROSESPENGIRING   AKTIVITAS   TIPE
1`. emosional ( + )         kuat ( + )           aktif ( + )      Gepasioner
2. emosional ( + )           kuat ( + )           pasif ( – )      Sentimentil
3. emosional ( + )           lemah ( – )         aktif ( + )      Kholeris
4. emosional ( + )           lemah ( – )         pasif ( – )       Nerveus
5. tidak emosional ( – )  kuat ( + )           aktif ( + )      Flegmatis
6. tidak emosional ( – )          kuat ( + )                               pasif ( – )       Apatis
7. tidak emosional ( – )         lemah ( – )                             aktif ( + )       Sanguinis
8. tidak emosional ( – )         lemah ( – )                              pasif ( – )       Amorph
Untuk memperjelas serta memudahkan memahami tipologi yang dikembangkannya, Heymans memberikan gambar grafik yangberupa kubus (Sagimun Mulus Dumadi, 1982 : 13 – 14). Ketigaukuran (tinggi, lebar, dan panjang) itu menunjukkan sifat-sifat dasar dari penggolongan itu.